28 4 / 2013

Oasis itu kini telah pecah

Pecah tersentuh suara perasaan

Pecah tersentuh getar pengakuan

Perasaan itu sudah mendarat dihati sang empunya

Bebas, bagai air sungai yang mengalir menuju lautan

Tanpa terhalang bebatuan

Suara itu mengeluarkan gema

Gema yang berbeda pastinya

Itu pasti, tapi harapan gurun hanya satu

Tetap bersahabat dengan oasisnya

Hhhhhh terima kasih Tuhan, terima kasih alam

Terima kasih karena sudah memberikan kesempatan itu

Tamatlah sudah cerita-cerita oasis ini

Suara perasaan itu sudah sampai

Kini harus kutinggalkan

Mencari oasis baru

Oasis yang tidak perlu pecah lagi

28 4 / 2013

Hari ini hujan, hujannya ramah

Datang setiap saat tanpa henti

Untung disini hangat, raganya

Hati….. tetap dingin, bukan karena hujan

Tapi karena terlalu diguyur khayalan-khayalan tentangnya

Senyummu itu pasti sedang terukir saat ini,

Andaikan itu aku yang menciptakannya….

Bodoh ! Kenapa masih larut dalamm angan tanpa tujuan?

Toh melihatmu saja dia malas.

Menceoohmu lebih menyenangkan katanya

Orang bodoh mana yang masih larut dalam cairan hampa ?

Katanya, jangankan menjadi permaisuri, menjadi dayangpun kamu tidak terlalu pantas.

Menyedihkan menjadi orang bodoh, terlalu bodoh utuk mengiyakan realita

08 3 / 2013

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

13 1 / 2013

"Lelaki yang sholat tepat abis adzan dan qomat itu kegantengannya nambah 100x lipat"

13 1 / 2013

"Kamu pasti benci zona itu kan ? tapi hati kamu ngga"

13 1 / 2013

Rintik hujan terdengar sayup-sayup. Kaca mobil teerlihat begitu berembun. Hari sudah terasa semakin larut, jarum jam menunjukan pukul 10.30 malam. Perpisahan kelas tadi tak terasa telah menelan waktu, Keara dan Gema dalam perjalanan pulang dengan mata yang sedikit mengantuk .

“Hari ini rame banget  yaa , asik ! Forum tadi bikin aku sadar aku punya temen-temen yang super baik dan keren banget . Apalagi kamu sahabat terhebat deh! Menyenangkan parah.” Kata Gema memecah keheningan.

“Menyedihkan lebih tepatnya”

‘’Loh kenapa Ra? Kita kan tadi seneng-seneng” Gema mulai sedikit kebingungan, sahabatnya yang satu ini mulai bertingkah aneh.

“Sebentar lagi keadaan yang menyenangkan ini akan berubah menjadi kenangan, menjadi  tidak nyata. Itu menyedihkan.”

“Kok kamu ngomongnya gitu sih Ra ? kesannya kita seperti akan berpisah lama dan ngga bakal ketemu lagi” Gema semakin tidak mengerti apa yang dibicarakan sahabat terdekatnya ini.

Hari semakin larut, dingin mulai terasa mencekam . Jalanan begitu sepi hanya suara hujan yang semakin lama semakin deras.

“Memangnya kita bakal terus bersama? Memangnya kamu bakal terus ketemu aku ? Memangnya kita ngga bakal tepisah ? Memangnya kamu bakal terus ketemu aku? ” Suara Naura mulai mengeras, seakan ada sesuatu yang mengganjal dihati yang ingin dsampaikannya .

“yaiyalah kamu kan sahabat aku, aku ngga pernah punya sedikit pun pikiran untuk menghilang dari jangkauan kamu . Kalau kita ngga berhubungan lagi aku mau  curhat sama siapa ? Siapa yang bakal bantuin aku waktu aku susah ? Siapa yang bakal ngerti aku bête atau bahagia tanpa aku harus bicara ? Kita cuma membereskan sekolah Ra, bukan memutuskan hubungan”

“Pernah ngga kamu bayangin kalau aku ngga ada , padahal kamu pengen cerita tentang Diana yang bikin kamu galau ? Dan bayangin juga kalau aku  ngga ada tapi kamu lagi bahagia-bahagianya sama Diana ? “

Gema menganggap Keara  sudah berada dialam bawah sadarnya , mengantuk mungkin. Tapi ternyata tidak , ia salah.

“Duh kamu tuh ngomong apa sih? Ya kalau aku galau ya aku cerita sama kamu lah, aku minta pendapat kamu,  aku minta saran kamu. Kalau aku lagi bahagia ya aku juga cerita Diana bikin aku seneng.”

“Ya! Sahabat. Aku sahabat kamu. Kamu sahabat aku. Bagaimana jika salah satu diantara kita kehilangan sahabatnya ?”

Suara hujan terdengar semakin deras , tapi sepi. Tepat didepan rumah Naura mobil Gema berhenti .

“Aku ngga ngerti apa yang kamu bicarakan Ra”

Gema tetap kebingungan dan mulai merasa kegelisahan disekitarnya.

“Aku bakal kehilangan sahabat aku sendiri. Sahabat terdekat. Karena aku sadar aku telah mencintainya. Suatu kebodohan yang harusnya tak pernah terjadi, ini namanya penghianatan. Aku mulai takut an ketakutan itu semakin hari semakin menguasai . Aku terlalu takut untuk jatuh cinta pada sahabatku sendiri.” Naura mulai meneteskan air mata.  Gema hanya terdiam membiarkan keheningan tetap kekal.

“Pergi sekolah bareng, pulang sekolah bareng, makan es dong-dong pinggir jalan terus kecipratan air hujan gara-gara mobil lewat, hujan-hujanan naik motor pake jas hujan ponco, makan pecel lele seporsi berdua, walaupun kecil dan menurut kamu biasa aja , pada akhirnya itu sangat berharga dan berarti buat aku Gem”

Gema tercekat, ia semakin terpaku kaku.

“Bukan karena hal kecil yang kamu lakuin sama aku tapi karena yang melakukannya itu adalah kamu, sebelum ini memang ada rasa yang berbeda sama kamu, hanya mungkin kita terlalu dekat dan ditakdirkan untuk menjadi sahabat. Aku selalu siap 24jam dengerin curhatan kamu, aku selalu sabar saat kamu ngejekin aku asal kamu tertawa lepas, aku selalu tersenyum dan ikut bahagia ketika kamu bercerita tentang mereka , para wanita itu. Dari mulai Dira, Rania , Cia dan Diana. Ketika kamu bercerita betapa baiknya Dira, betapa sempurnanya Rania, betapa asyiknya Cia, dan betapa pasnya Diana. Kamu selalu meminta saran, menceritakan semuanya sama aku lebih dulu. Semua kamuflase, aku ngga perlu bertanya atau mencari info lagi sama semua orang, karena dia udah cerita langsung sama aku dan aku hanya bisa tersenyum saat melihat matamu begitu sangat bahagia”

Gema semakin terpaku, sedikit demi sedikit ia mulai mengerti maksud Keara.

“Aku selalu menahan perasaan ini, semampunya aku tekan. Tapi aku tak berdaya, semakin lama aku semakin tersiksa.Aku udah mau ngomong ini dari 2 tahun lalu ,tapi keadaan tidak memungkinkan. Aku ngga sama sekali peduli tentang perasaan kamu sama aku , berbanding lurus atau terbalik , yang aku pikirkan hanya satu ‘jika aku mengatakan semua ini, apakah kamu bakal tetap jadi sahabat aku’. Aku takut kehilangan sahabat terbaikku. Tapi aku juga ngga bisa terus-terusan pura-pura gatau tentang perasaan ini aku hanya terlalu takut kehilangan teman curhat aku, temen gila-gilaan aku, temen seperjuangan aku,. Mungkin aku tidak terlalu pantas untuk berada diposisi seorang Dira, Rania, Cia ataupun Diana, mungkin memang bukan aku. Tapi tolong tetap tempatkanlah aku dihatimu diruang persahabatanmu, tetaplah jadikan aku tempat sampah 24jam, tetaplah ejek aku asal kmu tertawa lepas, tetaplah ceritakan wanita-wanita cantik itu asal kamu tersenyum bahagia. Jika memang apa yang aku lakukan ini salah, dan keadaan tidak akan seperti dulu lagi, toh kita akan tetap berpisah , kamu di Kedokteran dan aku di Sastra, semakin mudah untuk seorang biasa seperti aku ini melupakan seorang yang  sempurna  sepertimu dan….  ”

“Raaaaaa….” Suara Gema lemas dan matanya mulai berkaca-kaca. Hujan turun semakin deras , sederas air mata Keara.

“Kamu liat hujan, aku selalu suka hujan karena selalu meningatkan aku sama kamu Gem. Jatuhnya ngga cukup sekali. Berkali-kali aku jatuh nungguin kamu hanya untuk hari ini, semoga aku ngga bakal pernah kehilangan seorang  sahabat. Terima kasih Gem, terimakasih udah menjadi orang paling berpengaruh dalam hidup aku, terimakasih untuk kenangannya. Dan akhirnya aku bener-bener lega kamu udah tau semuanya” Naura tersenyum dalam tangisnya.

Seketika Gema memeluk Keara dan berkata

“Maaf. Maaf buat semuanya , maaf atas ketidakpekaan aku, Keara tetap jadi sahabat Gema ya… , kita bakal tetap jadi sahabat Ra…”

Keara melepaskan pelukan Gema , tersenyum lalu pergi. Walaupun tangisnya semakin deras, ia tahu ini lah yang harus dilakukannya.

Gema pergi, dan menangisi wanita untuk pertama kalinya, untuk sahabatnya.

***

Hujan akan selalu turun untuk Bumi yang membutuhkannya

Walau Bumi tak hanya membutuhkan hujan

Tapi hujan akan tetap setia

13 1 / 2013

Dear you,

Hey, please don’t be sad , be gloomy, be desparates in love.

I know how you feel, I feel your sad too

I was sad cause you’re too different now.

Aku merasakan apa yang kamu rasakan, aku sama denganmu. Ketika mereka tertawa kita hanya bisa tersenyum. Ketika mereka bersedih kita menangis , tapi keadaan tak pernah begitu sebaliknya. Kita yang selalu mendengarkan celotehan mereka, kita selalu yang selalu begitu memperhatikan apapun yang mereka semua lakukan. Kita yang selalu memilih menjadi tempat sampah dibanding satpamnya.

Hanya kecil yang mereka lakukan, kita bisa jatuh cinta seperti saat kemarin. Tapi ketika kita harus melihatnya tertawa dn menemukan kebahagiaannya,kita tampak menyedihkan. Kita tau mereka nahagia bukan karena kita sama sekali. Jangan bersedih, tolong. Karena aku pun tidak sama sekali mau melihatmu begitu rapuh, kembalilah seperti kamu yang bahagia karena jatuh cinta padanya, kembali menjadi seorang bahagia lagi, karena itu yang membuatku jatuh padamu.

From : Pluto

13 1 / 2013

Jarak… terlalu berjarak

Gelap… tak  sama sekali terlihat

Tandus tiada kehidupan

Dia bernama Pluto

Manusia itu bernafas, beranjak, menyanyi dan menari

Selalu akan membutuhkan matahari juga tak lepas dari Bulan

Walaupun Pluto menginginkan kehidupanmu, janganlah kau memilihnya, kau bisa mati…

Kau sulit bernafas

Kekang untuk beranjak

Tersendat untuk menyanyi

Mati untuk menari….

Matahari tak lagi bercengkrama denganmu

Bulan pun akan melepaskan dekapannya

Pluto akan selalu bisa kau lihat dari kejauhan namun tak bisa kau tinggali

Tempatmu hanya bersama Bumi

11 11 / 2012

yang gue banget

  • 1: ghe kamu lagi suka denger lagu apa ?
  • 2: gatau deh banyak , tapi lagu sepanjang masa sih a thousand years lah udah pasti ga bosen bosen , yang gue banget
  • 1: AKU TAU! pasti buat doi yaaaah?
  • 3: Doi yang mana ?
  • 4: Jadi doi kamu banyakkkk?
  • 3: Iya banyak , banyak perginya .

11 11 / 2012

Perjalanan ini terasa begitu melelahkan , cape kataku.

Perjalanan statis,lelah tapi tak berpindah.

Katanya sabar, tapi entah sampai kapan.

Aku tak mengerti , kau tak mengerti , dia pun tak sama sekali.

Kemana lagi aku harus bersuara?

Getar suara tak lagi mendentingkan perasaan ,toh sama saja

Jika mulut ini berkata , keadaan tak mungkin sama

Jika mulut ini diam , keadaan tak sama sekali berubah

Sampai seorang berkata “terbiasalah dengan perasaan yang biasa”

Kupilih melangkah , mundur tapi

Perlahan pastinya sampai tak ada yang mengerti jejakku

Wanita dan lelaki itu berkata langkahmu tak seharusnya melawan arus.

Dan aku menjawab aku sedang belajar, belajar untuk menjadi kuat , melawan arus.

11 11 / 2012

Di pertepian dalam kebingungan , ku melihat sesuatu. Sesuatu yang tak asing lagi, menjelma tapi semu.

Menari dan bersuara.

Tak pernah asing bagiku, karena kau selalu ada disebuah ruang. Ruang pikiran dan ruang penglihatan, kebetulan itu milikku.

Kau bukan benda mati, kau hidup dan hanya mati padaku.

Kau benda rentan

Rentan terhadap sesuatu yang dapat merusakmu

Apa aku?

Mendekat sedikitpun aku tak kuasa, apalagi menyentuhmu . Takut rusak.

Jika terjadi pada akhirnya para pecintamu menyalahkanku.

Aku hanya bisa tersenyum padamu dibalik pertepian ini, sampai ku lihat ada seorang lain yang membuatmu benar benar hidup. Terimakasih kataku….

Dan kukatakan selamat tinggal benda mati.

11 11 / 2012

Kau hanya bisa aku lihat. aku dengar dan aku rasakan . Kau selalu ada di sisiku, dimana pun aku berada. Tapi kau bukan apa ku , bukan siapa ku , kau hanyalah “kenapa” ku

Kenapa aku mampu menunggu seberapapun waktunya?

Kenapa aku terlalu bodoh hanya untuk menjatuhkan cairan ini di pelupuk mataku?

Kenapa aku mampu menyumbat sel sel otakku dengan kharismamu ?

Kenapa aku tak bisa berkata-kata jika kau yang memohon?

Kenapa aku hanya melihatkan sisi lainku dan bukan sisi nyataku dimana aku menyimpan rasa ini?

Kenapa….

23 9 / 2012

"Tak perlu menghindar , disini aku hanya perlu terbiasa dengan perasaan yang BIASA"

Seseorang

23 9 / 2012

Alunan musik bersayup sayup , semeliwir angin berhembus , terasa dinginnya menemaniku malam ini . Campur aduk perasaan menjalarbke otak terasa menyudutkan . Kembali seperti ini , kembali begini….
Dia … Dia .. Dia …
hanya orang itu yang mampu mengubah hangatnya selimut menjadi angin yang mencekam . Hanya dia yang mampu mengubah manisnya madu menjadi pahitnya mengkudu.
Jatuh cinta ini terlalu berwaktu bahkan menelan waktu , pikiranku penuh dengan elegi tak penting yang mematikan kharismanya.
Kenapa aku harus bertanya-tanya ? Kenapa dia tak mengerti sendiri ? Kenapa aku harus terlalu takut jila pada akhirnya dia mengerti dan memahami apa yang kurasa?
Aku tak tau apa sebenarnya yang dia rasakan , selaras atau berbanding terbalik ……..
Mengatakanpun aku tak mampu , mulut ini seperti dijait benang kasur yang kuat. Aku hanya terlalu takut kehilangannya dan apa yang didapat sekarang hanya akan menjadi kenangan di masa depan
Apa perlu aku harus menjadi orang lain untuk menyimpan rasa padanya ? Apa perlu aku tidak memiliki perasaan sehingga aku tak perlu sakit hati apalagi memanas dan ingin mati melihatnya bersama yang lain dan semua layak disebut “cinta bertepuk sebelah tangan”?

02 9 / 2012

Don’t you know that I want to be more that just your friend
Holding hands is fine
But I’ve got better things on my mind
You know it could happen
If you’d only see me in a different light
Baby when we fin’lly get together
You will see that I was right

Say you love me
You know that it could be nice
If you’d only say you love me
Don’t treat me like I was ice

Please love me
I’ll be yours and you’ll be mine
and If you’d only say you love me baby
Things would really work out fine

Don’t you know that I want to be more that just your friend
Holding hands is fine
But I’ve got better things on my mind
You know it could happen
If you’d only see me in a different light
but baby when we fin’lly get together
You will see that I was right

Say you love me
You know that it could be nice
If you’d only say you love me
and don’t treat me like I was ice

oh please love me
I’ll be yours and you’ll be mine

and if you’d only say you love me baby

Things would really work out fine

Say you love me

You know that it could be nice

If you’d only say you love me

and don’t treat me like I was ice

oh please love me

I’ll be yours and you’ll be mine

and if you’d only say you love me baby

Things would really work out fine

and if you’d only say you love me darling

Things would really work out fine